Pekalongan – Mayoritas Guru di Kota Pekalongan Sudah Penuhi Standar Kompetensi. Halaman SMKN 3 Pekalongan dipenuhi barisan guru dan siswa yang mengenakan seragam terbaik mereka.
Suasana tampak khidmat namun penuh semangat pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar bertepatan dengan Hari Guru Nasional, Selasa 25 November 2025. Upacara yang berlangsung tertib ini bukan hanya menjadi perayaan simbolik, tetapi juga momentum refleksi kiprah pendidik Indonesia dalam membangun peradaban bangsa. Ketua PGRI Kota Pekalongan, Mabruri, menyampaikan, peringatan tahun ini terasa lebih meriah. Dalam beberapa pekan terakhir, rangkaian kegiatan digelar di berbagai cabang, mulai dari lomba kesenian, olahraga, hingga ajang pemersatu antar-guru.
Menurutnya, kegiatan tersebut mampu membangkitkan kembali energi kebersamaan dan solidaritas profesi pendidik yang selama ini menjadi kekuatan utama PGRI. “HUT PGRI berlangsung cukup meriah di cabang-cabang. Banyak kegiatan dan lomba yang mendorong tumbuhnya soliditas, solidaritas, serta kebersamaan,” ujarnya. Kesemarakan perayaan tidak berhenti di situ. PGRI Kota Pekalongan juga menyiapkan sejumlah agenda besar sebagai langkah penguatan lembaga.
Dalam waktu dekat, seminar pendidikan, peluncuran website resmi PGRI, dan peresmian Gedung PGRI dijadwalkan berlangsung pada awal Desember. Semua ini menjadi tonggak penting untuk meningkatkan kualitas layanan organisasi dan profesionalisme guru. Sejalan dengan tema peringatan tahun ini, “Guru Bermutu, Indonesia Maju,” Mabruri menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru adalah keniscayaan.
Baca Juga : PLTU dan TP PKK Batang Siapkan Kopi Tombo Tembus Pasar Global

Profesionalisme menjadi modal utama agar guru memiliki posisi kuat dan terlindungi dalam menjalankan tugas mencerdaskan bangsa. Ia menyebutkan, PGRI berkomitmen menjadi ruang pembinaan agar guru terus berkembang dan mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045. Bagi Mabruri, peringatan HUT PGRI bukan sekadar seremoni rutin, melainkan momentum menguatkan kembali peran guru sebagai pilar utama pembangunan bangsa. Di tangan para pendidik lah masa depan generasi penerus bangsa dipertaruhkan.
Dengan kualitas yang terus meningkat, ia optimistis para guru di Pekalongan mampu menjadi bagian penting terwujudnya Indonesia Emas 2045.Di tengah upaya tersebut, kondisi pendidikan di Kota Pekalongan dinilai cukup menggembirakan. Mabruri mengungkapkan, mayoritas guru di kota ini telah memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi nasional sesuai ketetapan pemerintah.
Meski begitu, sebagian guru masih dalam proses pemenuhan sertifikasi pendidik sebagai syarat profesionalisme yang utuh. “Sebagian besar guru di Kota Pekalongan sudah memenuhi standar kualifikasi dan kompetensi. Sisanya masih dalam proses sertifikat pendidik, sehingga diharapkan dalam waktu dekat semuanya mencapai standar profesional,” terangnya.





